Selasa, 29 September 2026

309

Kita mungkin tidak akan pernah menjadi satu, seperti kemarin saat semua perbedaan menyatukan langkah dan pemikiran kita.
Kita mungkin tidak akan pernah kembali bertemu, tidak peduli seberapa besar aku menginginkan.

Tapi, saat malam mulai muda, dan mimpi-mimpi mulai memudar, aku tidak bisa menghilangkan suara ketukan pintu itu, dan langkah-langkah besarmu, atau caramu membuat semuanya setelahnya menjadi begitu terburu-buru.

Dear Ari, mereka bilang, semua jiwa-jiwa yang pergi akan tetap berada di bumi, selama sesuatu yang hidup mengikat mereka dengan pikirannya.

Dan aku ingin mengikatmu, selama mungkin.

Pada akhirnya, ingatan tentangmu akan sedikit demi sedikit memudar, aku akan lupa apakah rambut di dagumu lebat atau tipis, apakah bola matamu jernih atau memerah, atau apakah warna retinamu kecoklatan atau abu-abu.

Ingatananku akan dipenuhi kenangan-kenangan baru, di mana didalamnya tidak menyertakan namamu. semua hal-hal yang terjadi setelah kepergianmu.

Dear Ari, aku mungkin sakit, lebih sakit dari pada semua sakit yang pernah kamu dengar dan yang pernah aku ceritakan. Aku merasa tidak terhubung dengan siapapun, salah di semua simpul ikatan yang kumiliki.

Dan hal terakhir yang membuatku ketakutan adalah fakta bahwa ketakutanku akan kegagalan menjadi orang tua tunggal ternyata menjadi sebuah kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar