Sabtu, 23 Februari 2013

Karena mereka Super Junior - Karena kita E.L.F


Warning : Sepertiii biasaa...jernihkan pikiran dulu sebelum membaca ini , karena ini membutuhkan konsentrasi untuk memahaminya... *hobbyku memang meribetkan tata letak bahasa -___-* dan ini sangaaat panjang..!
maaf kalo ini "rada lebay" juga untuk typonya...maaf.!

----------------------------------




Akhirnya aku sampai pada titik ini, sebuah klimaks untuk satu penghambaan pada sang kekekalan.

Detik lalu seseorang berkata padaku "maaf aku sibuk sekarang, jarang mempunyai waktu untuk kita, jarang mengikuti perkembangan superman kita, tapi aku tetap elf^^"
desiran manis kembali menyapaku didalam awam yang menghalus...
Tuhan, aku telah terjebak dalam dengan sangatnya pada satu titik mereka, ya mereka..dan hanya mereka- Super Juniorku, Super keluargaku, Super semangatku.


backsound : it's you


Pagi selalu membuka kisah, dan ketika malam datang sebelum akhirnya beberapa jam lagi menjemput pagi, aku telah lebih dulu mencuri kunci pembuka sejarah, kisahku terukir manis hanya dalam serangkum kata singkat bernama ELF..
Kisahku telah termulai beberapa baris lebih cepat dari siapapun pemilik sejarah terindah abad ini.

Telah ku lenyapkan dalam ingatanku banyaknya bisikan-bisikan halus yang tak pernah 
berhenti menunjukkan seringainya padaku menjejalkan ke dalam otakku selang-selang infus kebencian mereka akan super juniorku, telah berhasil juga ku telan segala kekaguman yang perlahan muncul untuk berapapun banyaknya idola lain yang semakin menjamur dijalanan bermusik ini.

karena itu mereka, karena itu super junior dan karena itu kita...

Dunia telah berteriak lantang memekakan pendengaranku bahwa mereka hanyalah sebuah group musik, dunia dengan segala kekuatannya menyuntikkan kesadaran bahwa mereka tak lain hanyalah sebuah sumber kegilaan pada indahnya sebuah kefanaan semata...

ya' biarlah siapapun mengatakan seperti apa keajaiban yang tergenggam erat ditanganku dan mengartikannya kedalam bahasan-bahasan jenuh tanpa makna mereka, tanpa nyawa juga disana, yang ada hanyalah sebuah ambisi untuk menjatuhkan ketegaranku karena tetap berdiri disini bersama kalian...keluarga elfku.

waktu kembali berjalan, dan masih terpatri kuat didalam ingatanku bagaimana pertama kali mengenal dunia mereka,sedikit flashback...saat itu aku bahkan berpikir "ah ini group pemborosan, apa yang menarik dari segerombolan begini? apa ada yang benar-benar bertalenta diantara mereka?"

Waktu sepertinya menjawab pertanyaanku, sebuah tangan tak terlihat sang karma menyentuh halus pundakku, sapaannya mendarat dengan sangat lembut tapi berhasil membuatku ternganga hebat karena aksinya, ya! ini mungkin karma karena pernah mempertanyakan mereka..mempertanyakan keberadaan mereka, dan sekarang aku tengah dengan sangat kepayahan menahan limbung menggali sendiri jawaban-jawaban dimana letak keberadaanku sendiri tanpa mereka.

Dan karena itu mereka, itu super junior..

Seberapa besarpun aku menepis kegilaan yang tak lagi terbendung ini, mereka tetap saja hadir merajai segala pemikiranku..
seberapapun aku menguatkan diri untuk mencoba menghadapi esok tanpa mereka, tanpa kalian, lagi-lagi darahku menyentil dan mengingatkanku bahwa warnanya telah membiru pekat tak lagi merah marun seperti umumnya.

Ibu, bahkan darah anakmu telah tercuci bersih oleh buih-buih menggelembung banyaknya hiruk-pikuk dunia elf,Tuhan, bahkan jika ini adalah ke sia-siaan karena telah meluangkan waktu berhargaku yang terridhoi oleh-MU untuk mereka, aku tidak akan menyesal karena telah melakukannya.

ini kegilaan? untuk apa aku meluangkan banyak waktuku untuk hal indah tak tersentuh itu? mematikan juga segala asaku untuk hal lain selain mereka... sekian waktu otakku mempertanyakan itu, seseorang juga ikut dengan risihnya menanyakan hal yang serupa...

tik-tok jam berjalan tanpa membekaliku peta untuk merunut jalan menuju jawaban penuh ambigu tadi, untuk apa? untuk apa? kenapa?

"Dear super junior, bisakah menjawab pertanyaanku 
sebelum aku menjabarkan paragraf panjang lainnya.? untukku elfmu, berilah ini sebuah kepastian.

dimana kalian meletakanku dan ribuan elf lainnya sekarang? akankah tetap seberharga kedatangan elf ketika pertama kali kalian menginjak dunia lain ini? ataukah kami- elf-elfmu juga ikut menua bersama kalian, bersama tersenyum penuh arti memandang ke belakang betapa perjuangan kita telah banyak terlewati dalam tahun.? atau kemungkinan terburuk kalian menempatkanku dan ribuan lain dalam sebuah boks-boks besar yang terselotip indah dalam bungkusan kertas-kertas ayu dan kemudian teronggok rapi di meja pajangan kalian.?

dimana kalian menempatkanku ketika detik nanti aku tak lagi punyai waktu untuk mengoceh tentang kalian lagi.? ketika kesibukan akan hidup yang nyata menutup sendiri kegilaan-kegilaan untuk kalian.?"

ketika yang lain bertanya "bagaimana hidupku tanpa super junior" kali ini aku akan sedikit nyleneh
melempar bola beku berisi ribuan tanda tanya "apa yang akan terjadi pada super junior tanpa elf?"

kekaguman ini tak akan bisa lebih memuncak, kegilaan ini tak lagi mempunyai titik klimaks lain setelah sebuah pertanyaan tak berparadoks "bagaimana" terlahir ikut mengisi spasi.

sepasang mata dengan tajamnya seperti tengah menatapku detik ini, entah dari penjuru yang mana, hanya saja perasaanku tak bisa berhenti bergidik ngeri untuk membayangkan siapa dia..siapa yang tengah menguntitku..siapa yang tengah mengawasiku..

Itukah sosok penglihatanmu hai sang waktu? kaukah pemilik bola mata itu hai si pemegang kehidupan?apa waktu memiliki bulatan jernih bernama mata? kenapa kedatangannya selalu membisikkan kenyataan bahwa dia telah melihat apa yang belum ku sentuh?

ketakutan itu, ketakutan berlebih itu datang menghampiriku akhir-akhir ini, apa kalian merasakannya? atau hanya aku yang mengalami goncangan kewarasan ini?
sebut saja aku tengah dalam keadaan yang sedikit mengerikan, tapi aku benar-benar seperti kehilangan satu riuh itu, satu semangat tak berkontur itu seperti telah membekukan dirinya dalam hangatnya ruang terdalam dijantungku.

aku elf- dan selamanya akan kujaga untuk tetap seperti itu, bahkan meskipun dunia mengolok bahwa tak ada kekekalan di dunia ini, aku akan terus memberontak dan merobek sendiri jaring-jaring lusuh itu, kekekalan mungkin tidak ada- dia tidak terlihat, tapi dalam keadaan sekarat, sosoknya selalu hadir menginflasi siapapun untk memberinya sebuah bisikan singkat, mantra penenang teman si penjemput ajal...dan disini, aku akan menunjukkan pada dunia bahwa "selamanya" itu bisa saja tersentuh ada, jika hati mereka memiliki tangan, seperti punyaku.

aku elf, tapi aku juga sesosok gadis biasa yang mempunyai kewajiban untuk bermasyarakat, aku gadis biasa pemilik sayap pengikat yang menarikku erat 
pada sekelompok manusia bernama keluarga, dan waktu...dan penuntutku...dan kehidupanku...dan mimpiku...dan kita,

dulu aku pernah berfikir bahwa akan datang saat dimana waktu dengan nakalnya menjerumuskanku dalam sekat berpeluh bernama kesibukan, aku selalu ketakutan ketika memikirkan itu, berharap tak ada yang bisa mengurangi intensitasku untuk dunia elf ini..

dan lihatlah, waktu menunjukkan itu, aku dan kalian juga mungkin...telah berrotasi pada sang maya, menjalankan kewajiban non kontemporer ini sekarang, meniti lagi yang mana dan seperti apa itu rasanya menjejak tanah, membiarkan lagi pori-pori telapak kaki menyapa lembutnya kulit halus cacing yang tengah meringkuk damai diatas dedaunan kering,

tak ada yang mau mengakui ini, tak ada yang ingin terhempas turun kembali belajar berjalan dan berhenti melangkahkan kaki menginjak awan...seperti juga aku yang sesekali menolak untuk menarik diri dalam kefanaan
aku selamanya ingin terjebak dalam dunia ini, berbagi kehangatan dengan kalian elf, berteriak gila untuk kelima belas lelaki disana, tak pernah juga berhenti mencoba mengulurkan tangan demi sentuhan-sentuhan singkat yang terasa lebih berharga dari satu pelukan yang berkepanjangan...bersama mengepakkan sayap-sayap dengan kekuatan penuh kita untuk menghapus satu saja air mata yang mengalir di pipi halus mereka, dan ah...otakku terus saja memproduksi ribuan harapan-harapan kecil yang tersembunyi dari punggung sang takdir,


dan super junior...apa kabarnya kalian lima tahun, sepuluh tahun yang akan datang?


satu jawaban lain seperti menampakkan batang hidungnya kini, satu penjelasan tentang apa yang kurasa menghilang dalam pernafasanku...oksigen itu, masih memiliki partikel yang tetap dan sama sebagai pembentuknya, hanya saja sepertinya udara luar yang terlalu berhembus kuat mengalihkan sedikit demi sedikit
konsentrasi pada penghayatan pernafasan didalamku, Super junior tetap seperti itu, tawa itu, senyum itu, tingkah konyol itu...selalu istimewa dan hanya mereka.

mereka tetaplah mereka, si pemegang medali akan ribuan hati penghuni- yang telah terangkum rapi disebuah kotak besar berharga bernama fandom...

waktu dan ribuan aku menuntun mereka pada satu titik gemilang dimana tak ada sebuah grouppun yang akan menggoyahkan keberadaan mereka, mereka mencapai titik sinar yang paling terang kini...setidaknya dimata ribuan elf merekalah yang paling terang, jangan menunjukkan padaku tentang adanya matahari...karena aku cukup berpuas hanya bersua dengan bintang ini, sekalipun titiknya kecil, tapi dia bersinar disaat semesta ini tengah menghitam dalam pekat, dan itu mereka..dan itu kita.

Inikah waktunya? saat dimana sebuah takut harus menjalar menyebar memercikkan pendar-pendar harapan yang ku tau itu kekal, 
inikah waktunya untukku kembali berpikir kenapa aku meluangkan begitu banyak waktu untuk mengagumi mereka?inikah saatnya aku membungkam mulut-mulut pongah yang mensejajarkan keberadaan jiwa elfku dengan fans-fans lain?inikah?

tak ada satupun kesiapan mental untuk merunut balik dan menarik sendiri simpul bermakna dari tahun-tahun terakhir yang telah terlewat bersama mereka,

awalnya aku berpikir memiliki jawaban yang teramat panjang untuk satu pertanyaan dibaris awal ketikan ini, pertanyaan menuntut yang memaksaku terus menyusuri memori-memori usang selama menjadi elf,

dan sedikit mencengangkan karena ternyata jawaban itu hanya berbaris dalam satu kalimat singkat,

untuk apa aku meluangkan banyak waktu untuk hal indah tak tersentuh itu? kenapa harus super junior?

karena itu mereka sayang, karena itu super junior.

Dunia yang sedari awal menodong jawaban super lengkap yang mungkin bisa dengan mudah dicerna otak mereka 
pasti akan meringis kecewa mengetahui lagi-lagi aku melempar jawaban retoris itu, 

tidakkah mereka mengerti ini, memahami sedikit saja hubungan yang terjalin antara elf dan super junior tanpa harus mempertanyakan hal-hal tak masuk akal lain?

karena itu mereka, karena itu super junior, karena itu kami- elf dan super junior...

perjuangan yang merambat pasti dalam ketidak mulusan itu milik kami, elf dan super junior.karena kami berjalan beriring bersama, dan menua bersama, satu saja air mata mereka bukan lagi milik sengguk tangis kesedihannya, jaringan membelit ini menyalurkan mata dari ribuan makhluk lain agar bisa saling merasakan...

Satu saja kesalahan yang memcuat di wajah salah satu dari kami itu berarti ribuan maaf yang terucap dari ribuan yang lain,

dan ketika aku mengatakan mereka adalah bagian dari keluarga, maka memang seperti itulah mereka, tidak ada yang aku lebih-lebihkan disini,


"Dear super junior, akhirnya aku menjawab sendiri pertanyaanku berikutnya untukmu, dimanakah kalian meletakkanku ketika aku tak ada lagi waktu untuk menggilaimu?

aku memiliki jawaban itu, jawaban itu ada padaku bukan dari mulutmu, tapi tepat mematung pada satu saja pilihan yang ku sebut nanti ketika bayangmu sedikit meremang."

telah ku buka sebuah sejarah bahkan sebelum waktu yang ditentukan oleh Tuhan seharusnya ada, telah ku mulai sebuah kisah dimana aku bukan lagi hanya sekedar pengagum keindahan mereka, bukan lagi hanya sekedar pendukung perjuangan mereka, karena perjuangan itu terlalui bersama, dalam jarak, tangan-tangan kecil ini bergandengan membentuk sebuah kekuatan yang tak pernah terbayangkan pernah ada dan hadir dalam dunia maya ini, bahkan Tuhan pun tersenyum bangga akan aku - kamu - dan mereka, yang berhasil menyatukan ribuan doa dalam perbedaan, yang berhasil menyatukan umur tanpa melihat dimana letak 
kita tengah berpijak, satu pencapaian yang sulit dilakukan oleh fans lain,ah...sedikit riskan menyebut kata fans disini, kita telah berdiri sejauh ini dan memang tak seharusnya kata fans tetap berdiri kokoh memahkotai penglihatan kita, karena kita telah beranjak satu tingkat lebih memukau dari yang lain, aku-kamu-dan super junior telah memiliki sendiri ajang penghargaan paling berharga dimana medali dan trofi tak lagi punyai arti apapun...adakah sesuatu yang lebih mahal dibandingkan sebuah kata bernama cinta? dan pada kenyataannya kita satu keluarga.



"Dear super junior, mungkin ini adalah satu hal yang wajib kalian ketahui atau mungkin juga satu alasan pasti untuk membungkam mulut-mulut nurani yang terus mempertanyakan akan eksistensi sang kekekalan,

dear super junior, dengarkan ini...cukup sekali aku mengucap ini karena aku tidak yakin akan memiliki kemurnian yang sama indahnya jika harus mengulang dilain waktu,
 kalian berharga, aku harap kilat kilau emas yang tergenggam ditangan kalian tidak membutakan jalan dari mata hati kalian untuk mengartikan kata "berharga"ku ini,

perjuangan kalian menginspirasi, senyum kalian memotivasi, keberadaan kalian melatar belakangi jalinan persaudaraan antara aku dan elf-elf lain, peluh kalian adalah pecut tersendiri untuk semakin mengajarkan jiwa matiku ini kata menghargai, dan tangis kalian- adalah jalan pintas menuju sebuah keajaiban yang tak terperi..

kalian berharga, karena terus membuatku bodoh dengan merelakan mataku buta demi memandang kalian, membutakan juga retina-retina beningku untuk segala hantaman rumor yang dialamatkan untuk kalian, karena aku percaya- aku tau Tuhan hanya membiarkanku memandang yang mana si baik, meski terkadang harus diakui kalian membuat satu tindakan yang mengesalkan.

Kalian berharga hanya karena kalian rela berbagi rasa lelah kalian denganku dan ribuan lain
disaat idola lain justru terus memperlihatkan kesempurnaan dimata penggemarnya,

kalian juga berharga karena telah memandangku dan ribuan lainnya sebagai keluarga, bukan lagi hanya sekedar tulang peneriak yel-yel disaat kalian membutuhkan semangat,

kalian berharga untuk satu saja hal yang tak akan diketahui kalian itu seperti apa, aku sendiri selalu kelimpungan ketika harus dipaksa mendetailkan seperti apa bentuk berharga yang satu itu, dia tak tersentuh- dia sangat kecil bahkan mungkin tak berbentuk, dia halus dengan permukaan yang berlubang dititik lain, dia hanya terlihat oleh ketulusan...dan dia adalah perasaanku, dia adalah hatiku, satu hal yang terjabarkan lebih indah dari satu kalimat singkat bernama kegilaan,

dear super junior, waktuku mungkin tak sepenuhnya lagi milik kalian, tapi aku yakin kebutaan ini tak akan tersembuhkan hanya karena kita berjauhan bukan?
waktuku mungkin tak lagi mutlak untuk menggilai kalian seperti awal itu...

kalian sekarang, adalah sebuah bintang besar yang tak pernah mengedipkan sinarnya meski dalam satu detik kejapan mata yang terlewatkan, dunia telah membuka mata untuk kalian meski dunia belum sepenuhnya menerima kenyataan bahwa sebenarnya ada aku dan ribuan elf lain sebagai bagian tak terpisahnya kalian...

tunjukkan padaku belahan bumi mana yang tak terinjak oleh indahnya lenguhan-lenguhan karya kalian, tunjukkan juga dimana ada tempat yang belum bisa menerima kalian seperti halnya 10tahun lalu mungkin ketika pertama kali kalian menunjukkan gigi. 

kesuksesan kalian ditangan, riuh rendah teriakan elf semakin menekankan betapa sekarang jumlah anggota keluarga kalian telah bertambah...

dan aku, aku harus berdiri dimana sekarang?

aku dan kalian menua bersama, meski umur hanyalah sebaris angka, tapi hidup bukanlah bagian dari sinema
yang akan memiliki episode lain ketika satu episode pertama tamat...

dear super junior, waktuku mungkin tak lagi sepenuhnya milik kalian, tapi perasaan ini telah mengkristal sayang,airmataku dan kalian yang membuat rasa cinta ini bersemayam tenang dengan kilau yang tak terelakkan, rasa ini telah mengkristal dimana kata berpisah dan berakhir tak lagi punyai daya untuk kembali mengeluarkan nafasnya,

perasaan ini telah mengkristal indah meski tangan kita tetap tak bisa bersentuhan sampai kapanpun...tidak mudah untuk mengatakan ini, tidak ada bahasa yang pas untuk menggambarkan betapa kekomplekan ini telah mencapai pada satu titik klimaks yang abadi,

waktuku tak lagi terpatenkan milik kalian, meski semangat yang sama- dukungan ini juga sebisa mungkin menerobos ketidakmungkinan, hingga bumi tak lagi menginginkan kita untuk menjadi penghuninya...

berhenti meminta aku dan ribuan elf lain untuk tetap mendukung kalian,
 apa kalian terlalu bodoh untuk melihat betapa wajahku dan ribuan elf lainnya telah terpancar dengan pasti kegilaan yang tak terputus? tanpa kalian meminta, aku memang ditakdirkan untuk berada disini, mendukung dan menjadi bagian dari kalian..."

dear elf...inilah sepenggal kisahku, inilah hatiku yang kembali memuntahkan bara untuk kesekian kalinya, satu tema berbeda dari sedikitnya tema yang mengisi buku hidupku...super junior.

terkadang, ada satu hal didunia ini yang tak lagi membutuhkan alasan apapun untuk tetap kita mempertahankannya agar tetap ada, salah satunya adalah mereka, salah satunya adalah kalian...aku tak punyai alasan kenapa tetap berdiri sebagai elf disaat yang lain berpaling pada group - group yang "lebih"dari super junior, aku tak memiliki alasan lain kenapa tetap menjadi bagian dari kalian meski kesibukan perlahan mematikan asaku pada kegilaan..

karena itu kalian..karena itu super junior...karena kita satu..



-FIN-


Proud being an E.L.F....
Proud being Super Junior family...
i love you all...

Sabtu, 12 Januari 2013

1234567890

Waktu membuka kisah, sebentuk cerita tanpa monolog yang tak memiliki kata akhir.
dan aku membenci ketika kata 'selamanya' harus terucap diantara waktu berharga yang pernah tertuang indah dalam kanvas hitam bergaris pinggir putih semu memburam.
menulis ini, seperti sebuah kata perpisahan yang terjabarkan panjang. Mengartikan ketakutan ini dalam sebuah paragraf seperti menuangkan setetes tinta hitam dipucuk rumah penuh damai sang embun yang bergelantung menyebar indah ditiap ujung ufuk pagi. Sedikit memberikan efek gelap dan seperti enggan untuk menyadari bahwa ini hitam didalam hijau, atau setidaknya ini benar meski dalam persembunyian.

Dan ini seperti sebuah penantian akan apa yang selama ini tak pernah mau ku katakan ketika mulai membuka sedikit pintu sebuah dunia kita.
Inspirasi ini...tersalur lurus ketika sebuah malam datang dan menyadarkan bahwa aku tengah kelaparan. Aku tidak tengah bercanda.
Aku tidak tengah bercanda karena sepertinya aku tengah dalam keadaan mematikan sisi humorku. Aku tidak memiliki selera tertawa yang baik. dan terkadang, aku hanya melakukannya karena agar mereka melihat bahwa aku mengerti apa yang mereka katakan itu lucu. agar sepenuhnya aku tidak terlihat aku berbeda meski pada kenyataannya aku tidak benar-benar tau seperti apa jalan tujuan pembicaraan mereka.

Apa fandommu? siapa biasmu?
Selamanya aku ingin berkata aku adalah seseorang yang menjadi bagian dari sebuah fandom. dan bukan malah berkata 'pernah menjadi bagian dari sebuah fandom'
Selamanya aku ingin bisa mengagumi dan terus tergila-gila pada sosok bernama bias. Selamanya aku ingin bisa mengeluarkan sisi gilaku tentang Korea.
Tapi nyatanya, waktu adalah seperti anak nakal yang tak mau berhenti sedetik saja agar tak terus menyeretku pada titik sang kebosanan.
waktu seperti udara pagi yang dengan sangat menyebalkannya
memaksaku membuka dan membiarkan iris kecilku kembali melihat betapa dinding-dinding berselongsong dingin itu terlalu banyak dihinggapi rumah sang laba sekarang.
Dan waktu juga...seperti kutipan note tak terpakai dalam selembar skema kerja sang Maestro hidup. Itu mungkin terlihat seperti note tak berguna. tapi kenapa jemari sempurna sang Maestro tetap saja menciptakannya dan membiarkannya bertengger diam disela banyaknya irama?
karena sang Maestro itu tau, kita tidak sepenuhnya akan memahami apa yang tak terlihat tanpa siapapun memberikan sedikit saja intro-intro senyap diujung pembukaan sebuah konser ciamik.

Karena waktu adalah sebuah penciptaan berharga yang tersempil dalam sebuah warna..dalam banyak warna, dan mungkin juga dalam sebuah bingkai yang tercecap hampa.

Tolong berhenti mendengar suara-suara meragukan dan penuh ketika membaca ini. sisakan sedikit saja waktu basi yang biasa kalian geletakkan dalam sudut tak ber-peri di ujung dan kolong nafas tersengal.
Kalian selalunya tau, aku tidak pernah bisa menciptakan paragraf tanpa membuat kalian berpikir terlebih dahulu untuk akhirnya memahami seperti apa jalan yang tengah aku coba jelaskan ini.

dan kisah ini, dimulai seperti sebuah buku usang yang tergenggam dalam himpitan sang koridor perasaan.

Aku dan kamu, pernah membuka ini bersama dalam judul yang berbeda dan ditiap baris yang tak terduga.
Aku dan kamu. dalam sebuah pemandangan waktu yang akhirnya terselamatkan dalam pinggiran-pinggiran kerak penghangusan.
dan akhirnya Aku dan hanya aku yang berdiri dalam tahap penyelamatan untuk sebuah penghimpunan instan si pemeluk setan.
dan akhirnya hanyalah kamu yang merobek sendiri jaring lembut tak bersayap sebuah
rumah peri bertelanjangkan asap hitam.

Aku dan kamu, dan sebuah penciptaan garis yang tak dikukuhkan pencipta ada namun kita memaksanya ini terasa.
Aku dan kamu, dan tanpa mereka yang justru tengah dalam jalan menuju perdebatan akbar secuil kebosanan.

Dan ketika kisah demi kisah kita terus terukir laju meski tanpa dalam ukiran bertahtakan keindahan. dan ketika sebuah cerita terbentuk rapi namun tak juga punyai daftar petunjuk untuk membiarkan makhluk-makhluk bodoh lain mengerti isi buku ini. dan ketika semuanya terpahami bahwa kita meluangkan banyak waktu tanpa bisa menghentikan untuk tidak mencapai kata berakhir dan berimbas sempurna pada penutupan kembali sang cerita , membiarkannya kembali termakan pada sebuah kenangan.
Dan ketika semua ini terpahami bahwa tetap ada bunyi lapar dari sebentuk perut tak bertuan.


:=:=:=:=:=:=:=:=:


Annyeonghaseyooo untuk kalian yang berharga..
sebuah kebosanan tersendiri mungkin ketika harus kembali dan kembali menemukan catatan-catatan panjangku yang seperti tak berujung dan selalunya membingungkan ini rite?
maka aku sekarang ingin dengan keegoisanku memaksa kalian menelan ini kembali. telan dan terus masukkan ini dalam kerongkongan disela sibuknya pendar-pendar urat pembawa cairan merah yang perlahan menghitam.
Terlalu lama aku membiarkan banyak spasi kosong menjadi penyela sebuah buku berjudulkan 'KITA'.
terlalu lama aku membiarkan keheningan menunjuk pasrah pada jarum jam yang terus berdetak ketika sang penyambung daya telah terjatuh beberapa menit lalu karena sebuah gebrakan alam.

apa kabarnya dengan kalian? hehee
terasa janggal ketika aku bertanya pertanyaan se klasik itu menurutku.
karena memang selama ini aku tak pernah ingin tau dimana letak dan ruang keadaan kalian.
selama ini, yang terus ku perhatikan hanyalah bagaimana agar aturan nafasku terasa menyenangkan dan mempunyai titik warna yang bersumber.
Aku menyapa kalian ketika aku tengah dalam masa kehabisan apa yang ingin kukatakan.
Aku menyapa kalian ketika sebuah embrio bacaan kurasa hampir memenuhi target sebuah peminimalan untuk diedarkan.
dan aku tetap menyapa kalian sebelum ini dan sebelum apapun yang melandasi ini mungkin telah merundingkan diri pada kata sang akhir.

kapan aku mengenal kalian? yang aku tau, aku tetap berdiri dan mencoba untuk tegap disini agar tak ada lagi tiang-tiang tua yang terjatuh karena penyanggaan yang harus dibawanya.
tolong jangan ludahi skrip tema tak beralur ini, tolong jangan robek bundaran hitam pencetak kebebasan tak ber-zombie ini.
meski aku tak lagi ingat seperti apa tujuan kali pertama ketika membuka kisah ini.
meski aku tak lagi ingat untuk apa aku tetap harus mempertahankan ikatan persaudaraan ini
Meski aku juga tak tau akan sampai kapan berdiri disini sebagai bagian sebuah fandom...satu-satunya alasan kenapa aku dan kalian sekarang saling mengenal.
Bahkan meski demam korea telah kembali dingin dan menciptakan kebekuan semata. Kita tetaplah kita yang tak seharusnya berakhir begitu saja..
Mereka yang ku kagumi mungkin hanyalah sebatas dan tetap berada dibalik kaca sang maya. tapi kalian hidup...dan kalian nyata..sebagai bagian tak terpatenkan bermarga dan kita keluarga.

Jika awalnya aku harus takut ketika masa jabatku sebagai bagian dari lautan fandom berharga itu berakhir, jika mereka yang selama ini ku jadikan tonggak penghilang kesenyapan harus mati ditelan sang waktu,
akankah hidupku juga berakhir? akankah semua cerita aku tutup sampai disini?
tidak, tidak karena aku mempunyai kalian..
tidak karena kalian juga merupakan bagian dari puzzle sebuah tema di salah satu paragraf panjangku.

Aku salah satu dari pengurus disebuah akun twitter tentang dunia fangirl. FanGirlThingIna jika kalian ingin menemuiku disana. (promosi :D )
dan disetiap apa yang aku suntikkan untuk para followerku adalah bahwa berintikan, Korea memang berharga- tapi teman ketika mengenal Korea lah yang membuat semuanya semakin berharga. karena mereka nyata..mereka ada ketika Dunia diujung sana tak juga tersentuh. Pernyataan naif kah..?


Satu yang tak bisa aku untuk berhenti mengaguminya adalah karena pada akhirnya aku dan kamu PERNAH menciptakan satu dunia, aku dan kamu PERNAH menciptakan satu warna, aku dan kamu juga PERNAH menciptakan sebuah tema dalam monolog panjang tanpa judul..

Aku sekarang seperti tengah ber-flashback dengan apa yang ku sebut itu penerbangan margin berkuadrat rasa.
Hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa tak ada alasan untuk bisa membiarkan SELAMANYA untuk terus berkacak pinggang diatas kaca beralaskan sepatu usang.
Semua apa yang aku khawatirkan ketika pertama menyapa kalian hingga semua hampir mencapai pada titik akhir
Semua apa yang aku khawatirkan ketika aku tak lagi memiliki rasa pada sebentuk grup disana dan ternyata semua berjalan dengan sangat cepat.
Semua berjalan beriring dengan saling berhenti menyapa diantara kita, semua berhenti tanpa bisa ku prediksikan ini akan benar-benar berhenti,
Tanganku tak menggenggam apapun, sebuah kuas telah habis ku torehkan begitu saja tintanya ketika kita tengah dalam perjalanan menuju detik ini, tanganku tak menggandeng apapun yang sekiranya bisa ku selipkan disela jemari kalian sebagai tanda bahwa kita pernah bersama menjadi poros dalam sebentuk pelangi tak berwarna.
Dan pembiasan itu pun terjadi.

Eonni..Eonni..Eonni...ini bukanlah untuk terakhirku menyapa dan menyebut nama kalian, tapi udara pagi seperti menyekap alur nafasku untuk menghirup sang partikel hidup.
ini bukanlah saat ketika aku akan berkata aku berhenti mengenal mereka yang membuat kita saling mengenal,
ini bukanlah sebuah note diambang batas penghancuran sebuah kertas, dan yang aku takutkan hanyalah ini ketika kalian tak ada lagi waktu untuk meresapi bagaimana waktu benar-benar berjalan, yang aku takutkan ini adalah saat terakhir bagi kalian untuk mempunyai asa dan rasa untuk bisa merasakan sentuhanku.

Kenyataan bahwa dunia kita nanti berbeda dan sekarang tengah dalam jalan menuju kesana, dua tahun- tiga tahun- empat tahun terakhir mengenal kalian adalah sebentuk flashdisk indah yang menggantung berat dileherku.
Aku tidak mau kita berhenti mengenal meski Korea tak lagi punyai daya untuk menggelapkan mata kita.
Aku tak mau sebentuk flashdisk kita terisi penuh dengan cepatnya hingga tak lagi layak untuk tetap dipegang dan harus ada sebentuk yang lain,
semua ketakutanku..semua yang berhasil masuk dalam daftar tak diinginkanku..akankah terdengar seperti kekonyolan?
ini kekonyolan ditengah kesadaran saraf-saraf yang kembali berhembus normal bahwa sekarang kita tak lagi sejalan, bahwa hanya ada sedikit waktu yang terkucilkan untuk bisa saling tertawa.
Dan ketika semua ini terjadi, satu yang ku sesalkan..aku tak bisa memberimu sebentuk senyum seperti apa yang teman dalam dunia mayamu lakukan.
aku diam, aku muncul dalam sebuah gebrakan, terkadang manis, terkadang minta ditendang, semua itu..aku tau aku buruk..tapi aku tetap tak bisa membuat semuanya lebih berwarna, aku tak lagi bisa mengikuti jalan kalian, aku tak bisa lagi memberi kertas kosong lain untuk kusodorkan pada kalian agar bersama kita bisa mengisinya dengan note-note lain.
yang bisa ku lakukan hanyalah mematung..memandang kalian tertawa dengan yang lain, yang bisa kulakukan adalah mematung melihat betapa kalian telah berhasil, mematung dan menyaksikan betapa kita benar-benar tak lagi dalam jalan yang searah.

yang bisa ku lakukan hanyalah membuka waktu dan menyisipkan note-note berisikan bagaimana jalan kebersamaan kita dan menatanya rapi dalam paragraf..
sebuah penggandaan paragraf yang kutau hanya sisi dan otakku memahami seperti apa inti dari semua ini.

Kalian tengah merasakan apa? aku hanya tengah sibuk memuntahkan cairan-cairan kosong yang tak bisa berbaur lagi dengan asam lambungku.
Aku hanya tengah menuangkan segala penat yang selama ini tak juga bisa kuteriakkan mengingat aku masih ingin disebut waras.

Aku terlalu jatuh ketika memasuki dunia ini...kalian juga kurasa, mengingat betapa gilanya ketika awal kita saling menyapa..
dan kamu..dan kamu..dan kamu sekarang berjalan sedang aku masih saja terseok untuk bangun dari tempat dimana kita bersama roboh dulu.

dan pada akhirnya, musik tetaplah sealiran nada-nada sumbang yang disempili kata-kata penuh makna dan berbunyi indah,
musik tetaplah udara penuh rasa yang terus-terusan menonjok tiap ujung lidah penikmat khayalan,
musik tetaplah musik yang bergenggam erat menyatu masuk dalam sebuah lengkingan-lengkingan keras yang terkadang dengan paksa harus merusak sendiri jalur dinding pita suara yang dilaluinya.
dan aku justru meminta musik adalah sebentuk udara yang berjalan pelan menyerobot masuk dalam hidung menuju paru kalian terus- dan terus hingga tanpa sadar kita telah memiliki nafas yang sama.
Musik tetaplah yang seperti itu, idola tetaplah yang seperti itu dan jangan menyebut ini sebagai satu kesalahan ketika aku berkata aku terlalu merindukan kalian.
Kalian sibuk, aku mencoba untuk sibuk.
kalian mempunyai sedikit waktu, dan aku mencoba untuk terus menghapus sang waktu..
tidak ada arti apa-apa hanya ingin kita tetap sejalan, hanya ingin kita tetap bergandengan..
meskipun selalu ada hari kita tak pernah menyapa, meskipun akan terlewati hari dimana aku akan dikemas dalam museum usang,
meskipun akan datang waktu satu diantara aku dan kamu akan hanya menyodorkan seperempat inchi saja dari ujung mata untuk melihat ini.
harapan tetaplah sebuah harapan,
jika yang lain berharap dengan sangat keras untuk tetap menjadi bagian dari sebuah fandom..bisakah aku tidak menjadi seperti yang lain? bisakah aku berharap untuk bertahan dengan kalian saja? bertahan dengan ikatan tak terlihat kita?
bertahan dengan kekeluargaan yang perlahan terasa makin memudar ini?

Ini terasa klise memang, ini terasa seperti kalian tengah mendengarkan sebuah dongeng dalam pengantar tidur siang,
dan kenyataanya aku tetaplah merasa kehilangan untuk beberapa waktu terakhir ini.
Aku merasa sedikit kesesakkan untuk tetap menganggap kalian ada karena memang diujung jalan sana, tak lagi ada kursi-kursi kosong untuk kita duduki berdua demi hanya sekedar melepas penat.

Bertemu kalian bukanlah suatu kebanggaan, tapi mengenal kalian telah ku patenkan menjadi salah satu judul dari sedikitnya judul akan sebuah cerita-cerita panjang jika saja hidupku adalah sebuah buku..
mengenal kalian mengertikan aku bahwa selalu ada kisah dalam sebentuk lagu, selalu ada nada-nada tak terjamah dari seikat not-not baku.

i love you eonni...kenapa kita tidak lagi saling menyapa sekarang?
kenapa harus membiarkan banyak spasi panjang untuk paragrafku?

Aku seperti telah gagal mempertahankan ini,
aku seperti tengah mengais sendiri bekas tapak jalan dalam sebuah lorong masa tak berpintu..dan aku berharap masih tetap bisa mengetuk ingatan yang kalian punyai beberapa tahun lalu dengan rasa yang sama-meski dalam porsi yang tak lagi seimbang,
aku berharap masih bisa mengingatkan kalian satu per satu, huruf demi huruf, inchi demi inchi sebuah semangat yang tercipta di hari sebelum datang embun pagi..

Dan semua harapanku tetaplah berbentuk harapan jika memang semua ini memang harus terhenti karena kotak substansial yang menerjang masuk disela kedamaian kita.


FIN


Waktu membuka kisah, sebentuk cerita tanpa monolog yang tetap mempunyai kata akhir,
dan aku membenci ketika kata 'selamanya' harus terucap diantara waktu berharga yang pernah tertuang indah dalam kanvas hitam bergaris pinggir putih semu memburam.

Sabtu, 15 Desember 2012

In my stuck about you.....angel.


Backsound - Only U



Surai kecoklatan yang beberapa tahun terakhir itu terus memanjang akhirnya terpangkas rapi oleh benda tajam mengkilap itu, tidak bisakah terus membuatnya panjang ?
membiarkan dia terus menyentuh permukaan kulit kepalamu dan merasakan aliran-aliran cairan merah berhargamu, merasakan juga kehidupan yang kau hembuskan perlahan melalui celah-celah kecil di permukaan halusmu..
Kau sangat indah sayang, dengan atau tanpa Surai panjang kecoklatan itu..
kau mungkin tidak mengerti, bahkan mungkin apa yang aku rasakan ini yang mungkin juga bernama cinta, mengalir untukmu dari titik kecil ujung Suraiku yang menghitam legam dan panjang ini..

Suatu kali aku pernah melalukan ini, memejamkan mataku sejenak, untuk hanya merasakan desahan angin memegang tanganku...aku tidak tau, tapi detik itu mataku menghangat, selembut inikah ketika aku menyentuh Surai indahmu itu?
ataukah lebih meresap dari ini?
menyentuh pucuk kepalamu dan menyesap hangat aroma-aroma shampo yang kau kenakan dan membiarkan aroma itu menyekap masuk ke dalam ujung paru ku, Tuhan, sekali saja dalam perjalanan hidupku..tidak bisakah membuat itu menjadi nyata?Jalanku tidak selamanya lurus menghujam takdir untuk terus ada mengaguminya, jalanku akan ada pada titik akhir seperti halnya tetes-tetes air berharga yang melesak berebut turun dari ujung rambut,Jalanku akan pada titik dimana aku tak lagi melihat keindahan diujung surai lelaki satu itu..sekalipun aku memaksanya tetap bertahan nanti, tapi jalan takdir telah terbuka lebar di mataku seperti halnya selembar kanvas kosong yang tak tersentuh satu tetes pun ujung hitam pensil,Jalanku akan terhenti .. aku tau itu seperti juga aku memahami bagaimana kata "Selamanya" tercipta untuk dijadikan tonggak olokan di dunia ini.

Sosok indah itu,bahkan matanya sesekali tersenyum untukku!  bulatan kecil itu, sering kali membuatku tersipu entah karena alasan apa..bulatan kecil itu menghadirkan untukku sensasi damai yang tak ter-elakkan, aku tau.. tersembunyi didalam sana, dibalik lorong kelam bulat itu..tengah menyimpan sebuah kunci chaos yang tak seorangpun menyadarinya .. bahkan aku,dia menyimpan segalanya dibalik sepasang mata itu , sebuah kelelahan terpancar sesekali ketika tak sengaja sinar-sinar berembun dari sang fajar menyepuh mata itu dan menabrak lorong jalan disana..sebuah ketakutan kerap kali terlihat ketika sekilas suara blitz kamera menerpa dirinya, memaksanya untuk dapat menahan sebuah kealamian hidup yang terselubung.mata itu...mengajarkan padaku jawaban dari ribuan pertanyaan yang tak bisa terselesaikan oleh makhluk lain di dunia ini.. pertanyaan yang hanya menemukan jawabannya dalam keheningan.. pertanyaan yang menuntut ku untuk mendetailkannya dalam paragraf kali ini..

 Aku kadang berpikir..bagaimana bisa Tuhan menaruh begitu banyak kesempurnaan didalam lelaki itu, bagaimana bisa Tuhan membiarkan salah satu malaikatnya turun didunia ini dengan berbagai macam lakon yang membuat mata bersih itu sesekali harus menelurkan butiran-butiran cair ringan dari dalamnya.Ya..mata itu terkadang menganak sungai, sebuah aliran yang sungguh tak ingin untukku melihat itu, sebuah aliran yang tak seharusnya ada hanya karena sebuah hati yang ingin meledak justru tertahankan, sebuah aliran lava hangat yang justru ketika aku melihatnya dan semakin memperhatikannya maka hatiku akan terus menghujamkan diri pada sebilah tonggak tajam halus diujung jurang.

Jangan biarkan matamu menangis sayang, jangan biarkan matamu bercerita padaku apa yang tidak bisa kau ucapkan dari mulutmu.. sekalipun kau melakukannya karena tengah berbahagia, tapi untukku..sebuah airmata tetaplah bernama airmata,
air itu tetaplah tidak bisa menggantikan aliran cairan merah yang memasok kehidupanku secara alami, tolong jangan memaksaku ikut melesakkan air itu untuk ikut melebur didalam nadi dan membawanya perlahan ke dalam saluran jantung, kedua cairan berpartikel beda itu terlalu menyakitkan ketika kau memintanya untuk bergandeng tangan berjalan bersama ..kau mungkin tidak mengerti itu, dan kau bahkan tidak memahami betapa aku mengetahui semua yang tak kau katakan, aku merasakan satu saja kedipan mu yang terlewatkan ketika lagi dan lagi blitz-blitz menyala itu seperti anak panah yang terlepaskan.

Tolong jangan pernah menangis, kau mungkin tidak menyadari betapa kelemahan terbesarku ada pada sebutir cairan bening di ujung matamu.ketahuilah ini...ketika mungkin mulutmu tak sanggup mengucapkan kesakitan apa yang kau rasakan, maka dalam diam semuanya mengalir indah dan tertata rapi..teratur memasuki ujung pendengaranku,
dalam hening, cairan itu perlahan membeku dan meloloskan berbagai kalimat yang tak bisa untuk makhluk lain mendengarnya, aku dan kau...

aku dan kau telah melewatkan ribuan detik ribuan satuan waktu dan hanya bisa bercerita melalui bahasa mata,kalimat yang terucapkan..makna yang tersampaikan bahkan lebih indah dari yang mulutmu lakukan..semua memang terasa seperti itu, dan lalu kenapa setiap orang tidak bisa memahami ini?dan lalu kenapa masih saja ada spasi yang tersia-siakan oleh sang takdir?dan lagi, kenapa kau tak kunjung menyadari arti dari tiap sorotku, makna yang tersalurkan dari setiap kedipanmu.

Apa kau hanya tengah tertidur sayang?karena beberapa waktu ini kedua bola kecil milikku berhenti berjalan,kedua bola hitamku seakan tak memiliki asa ketika matamu terpejam seperti itu..bukalah, buka dan mari berjabat melalui kristal-kristal bening yang mengendap di jaring dalam sana,
 mari menyatu dalam tatapan tajam yang sesekali menghembuskan hasrat untuk bisa berjalan diatas setapak kita...hanya aku dan kau .. Kita.

Selongsong-selongsong rapuh menjaring atap-atap kusam dibalik kokohnya pertahanan langit tak terlihatmu, dari sana sorot pelangi menyeruak perlahan menembus apapun yang kiranya menghalangi jalan sinar itu, dan disanalah aku melihat satu titik lain kembali menetes,peluh itu..perjuangan itu, bisakah membaginya denganku? hanya perlu membaginya tanpa harus permukaan kulit kita saling menyapa terlebih dulu..butir-butir perjuangan itu, sedikit demi sedikit menyekap pernafasanku..membuatku terdiam sebentar karena kurasa aku tak sanggup lagi bernafas dengan tempo cepat,

untuk satu titik saja butiran cair yang kau keluarkan..taukah itu adalah berarti ribuan senyum untukku? ah, aku terlalu egois disini..bukan berarti untukku tapi juga berarti untuk ribuan elf di luar sana.

 untuk satu tetes peluhmu adalah butiran-butiran calon kristal yang mengakar lembut pada muara bernama senyum.dan tanpa disadari, mataku kembali terpejam sekarang..kau jauh, kau jauh untuk jarak yang tidak ter restui oleh apapun,kau jauh demi nafas-nafas hangat yang perlahan memudar,Tuhan, izinkan aku terus merajuk padaMu, izinkan aku terus meminta padaMu tentang bagaimana semua ini ingin terus ku sentuh,jemari-jemari lentik itu tak kunjung berhenti melepas ikatan yang tersimpul rapi di atas rajutan sang harapan.jemari-jemari itu seakan tak mengerti kata lelah untuk hanya sekedar melepaskan pagutan-pagutan mesra dalam diam..dan lagi ku ingatkan, kita kembali bisa berbicara melalui tangan, menyentuhmu mungkin sebuah kemustahilan, merasakan permukaan porimu mungkin juga hanya bisa ku rasakan dalam asa tertahan didalam kesenyapanku,tapi nyatanya kita tetap bergandengan, kita berjalan bersama dengan tangan kita saling terpaut indah,
makhluk lain mungkin tidak pernah melihat ini, mereka tidak pernah secara nyata mengetahui betapa aku dan kau telah menyatu dalam aliran yang sama- dalam jeda nafas yang tak jauh berbeda dan juga dalam hembusan pasif sebuah kehidupan.

ketika tangan-tangan itu akan termiliki oleh wanita lain selain diriku aku mungkin akan mati ketika detik itu datang, tapi tidak dengan satu nafas yang telah kuciptakan dan ku letakkan dalam ruang substansi tak bertembok dihatiku, ya! aku menempatkanmu disana, aku menerjang hawa lembut yang tak berhenti mengoyak nadi ketika membangun satu ruang khusus itu untukmu..didalam sana, bulatan kecil matamu..setiap tetes peluhmu dan bahkan sebaris surai yang terjatuh perlahan pun telah terpatenkan milikku,akulah seutuhnya yang memegang kendali atas setiap pergerakan lembut jemarimu, aku pemilik nafasmu ..

Dan dia Park JungSoo..sosok lembut itu,
pemilik surai yang sekarang tak lagi memanjang itu.. 
dan dia Park Jungsoo,
Pemilik segala kelengkapan hidupku..yang derap langkahnya kini tengah menjauh dan semakin tak terlihat,aku tau..

aku menyadari ini bahwa jika langkahan kedua jenjang panjangnya tetap didekatku pun aku tetap tidak melihat langkahnya kecuali hanya sebuah bayangan yang terselip diantara awan yang menghujam turun ke bumi.langkahnya begitu menyesatkanku dalam lembah tak berbentuk yang tak mungkin untuk orang lain menemukan dimana letak sebuah pintu untuk memasuki lorong itu.Langkahnya membujuk dan terus saja merajuk pada sisi terdalamku untuk terus mengikutinya..kakiku terseok, secuil kerikil tajam membuat sealiran cairan pekat tanpa izin berebut keluar dari telapakku..jangan salahkan jika sekarang bayangnya semakin merapuh dalam penglihatanku..aku yang tidak bisa mengikuti derapnya, aku yang tak bisa menyalurkan infus tepat dilubang dimana hatiku tengah dalam kondisi sekarat karena 
menahan tekanan karena merindukannya.

pemilik kesempurnaan hidupku...

Detik perlahan terdiam sekarang, waktu tak lagi banyak bisa berkata untuk hal yang tak tersentuh...aku tak juga menemukan spasi yang tepat untuk melanjutkan kemana sebuah paragraf penuh ambigu ini akan terselesaikan.Ketika sehelai surainya yang dulu telah terkikis.-sekarang kembali menunjukkan senti demi senti kehidupannya.warnanya mungkin akan semakin melegam sekarang, karna yang aku tau, lahan disana terlalu panas dan sesak bahkan untuk tumbuhnya satu saja surai dikepala sang malaikat bertanda kutip itu,warnanya mungkin juga telah berbeda dari terakhir aku mengintipnya melalui celah tak ber oksigen bernama layar.
warna itu juga mungkin telah se kokoh sang pemiliknya yang hari ini menginjak hari ke sekiannya ditanah wamil, 

Tanpa aku sadari, tanpa aku perlu menggigit kembali sedikit ujung bibirku...semuanya sekarang berjalan terlalu istimewa.
semuanya berjalan terlalu angkuh tanpa mau menunggu bahwa disana terdapat jalan buntu yang dituliskan Tuhan bernama takdir
Bertahun-tahun aku mengikuti bayang langkah itu, berkali-kali terjungkal, dan ribuan kali kakiku terseok karena menahan rasa lelah tanpa jeda yang terus berangsur turun dalam titik maksimal ketulusan hati manusia.Bertahun-tahun juga sebuah senyum itu membimbing dan mengarahkan ujung lengkung bibirku untuk juga mengikutinya.
Senyumnya yang tak akan bisa terbayar demi setetespun aliran oksigen dinafasku..senyumnya dengan seluruh kekuatan magicnya yang membuatku tak lagi mengerti seperti apa itu arti sebuah degupan jantung.terkadang memang aku lupa untuk bernapas ketika lengkung manis dibibir itu memamerkan kekuatannya.

Dan tanpa siapapun tau, aku bertahan disini lebih lama dari lembaran hari berbundel dengan tangan-tangan sang malaikat kecil bersayap putih yang tak henti-hentinya 
mencoba mengayunkan satu tongkat ajaibnya demi membuatku bisa merasakan eratnya genggaman tangan itu sekalipun tengah dalam jarak tak terjangkau..Satu usaha untuk bisa membuatku merasakan rengkuhan-rengkuhan singkat dalam perasaan terdasarku,

Dia lebih dari sekedar Park Jungsoo..dia lebih dari sesosok tua dengan tingkah tak lebih dewasa dari seorang bocah berumur lima tahun yang terus-terusan menjeratku semakin dalam melalui matanya.

Tatapan itu, akulah pemilik tatapan itu..akulah si pemilik label untuk ukuran chaos yang tak tergapai sang jemari.aku pemilik bola teduh itu tanpa peduli jika bola kecil itu telah berselaput ganda berperisai sangat tajam yang diciptakan semenjak awal oleh sang pencipta.Aku pemiliknya sekalipun hanya setitik air yang bisa mewakili seperti apa itu sebenarnya rasa untuk menyentuhnya.Aku pemiliknya yang tak kunjung mengerti bahwa dia memiliki kepak-kepak tak terlihatnya.
 sekalipun aku bersumpah telah mematahkan kedua sayap dipunggungnya agar tetap berdiri disisiku,sekalipun aku berteriak akulah sang pemilik satu saja surai yang terjatuh dari kepalanya, pemilik dari setetes saja peluh berdarah dari ujung pori kehidupannya..
Tetap saja, raga itu berjalan menjauh sekarang..tetap saja aku bukan pemilik otak dihatinya, aku bukan pemilik penghapus dari sebuah tulisan takdir yang tersemat rapi ditumpukkan berkas sang Ilahi.

aku bahkan tak bisa hanya agar suara rinduku bisa menelusup masuk mulus tepat ditelinganya.yang aku lakukan hanya disini, kembali mengorek- dan menelusuri jejak tertinggalnya yang kemungkinan tak lagi mempunyai bekas tapak terlihatnya.

Sekarang bertambah sulit saja untuk terus mengikutinya, sekarang kembali mataku memburam hanya demi menahan ribuan kalimat berambisi sama bernama rindu yang tak kunjung juga menemukan tempat peristirahatannya.


----------------------------------------------------------------------------------------

TUHAAAANNN.....beriiiii aku kekuatan melanjutkan satu part ini..!!

Jumat, 21 September 2012

in my....


2 September 2012,


Dan akhirnya aku sampai dititik ini, titik bangun ketika aku menyebutnya..
aku tidak mengatakan jika aku akan berhenti menjadi elf ataupun mengubur diri berhenti menjadi orang yang kalian kenal..
aku tidak sedang dalam perjalanan ke arah kalimat itu, hanya sebuah pembiasan dari sebuah tempat temaram yang selama ini aku tempati,
aku merindukan kalian, aku merindukan bagaimana dulu kita -beberapa dari kalian-
 saling dengan sangat manisnya bergurau tanpa mengenal waktu..dan detik ini..adalah saat dimana tiga tahun lalu aku menakutkannya akan terjadi, detik ini adalah seperti sebuah dejavu terencana yang melintas didepan mataku dan jika saja aku mempunyai sebuah pilihan maka aku benaran tidak ingin sebuah pemikiran ini menjadi sebuah kenyataan..dimana kita tak mempunyai kesamaan yang membuat kita bisa tersenyum bersama, dimana kita tak lagi mempunyai waktu untuk kebersamaan kita..terkadang memang bukanlah seseorang yang kita rindukan, tapi kenangan yang telah terlewatilah yang terkadang menggigit begitu ingin memeluk saat-saat manis itu,

dan disini, aku berdiri memandang kalian dalam jarak yang tak terkatakan..sebagai seorang gadis biasa dan bukan lagi sebagai Renai Izumi sebuah nama yang selama ini kalian berteman dengannya.

detik ini juga, mungkin bukan tepat tiga tahun aku menjadi seorang elf..
 tapi detik ini dan ketikan ini adalah sebuah hasil perenungan dalam diam tiga hariku, benar-benar mengubur diri selama tiga hari itu,memikirkan apa yang selama ini terlewatkan, menjalani apa yang selama ini terlalui,dan menapaki apa yang selama ini tak tersentuh,

pada awalnya aku berpikir aku tidak bisa menjalani kehidupan normalku diluar kehidupan 'kita' .tiga hari tanpa jejaring sosial, tiga hari tanpa pesan-pesan singkat dari siapapun..dan tiga hari itu pula yang sukses membuatku mendapat julukan 'si polos' sekarang oleh beberapa teman kerjaku..aku berpikir aku terlalu terjebak dalam dunia dalam tanda petik sebelum ini, dan itu memang benar- aku merasa gagal ketika harus terjun kedunia nyata, aku bahkan tidak tau ataukah harus bersimpatik atau tertawa keras ketika seorang temanku tengah berduka,dunia dalam tanda petik mengajariku untuk berantisipasi terhadap bahkan sebuah titik kecil sekalipun..
 terlalu banyak topeng-topeng tak terkendali yang menempel lekat dalam diri setiap manusia, aku terlalu banyak menemui hal itu dan karena itu juga sekarang..banyak saringan-saringan rasional yang dengan sendirinya terbentuk dalam jaringan-jaringan pemindai didalam otakku hanya untuk memutuskan hal-hal kecil,

aku sekarang adalah yang seperti itu..yang mencoba terlepas dari kefasihan dalam memindah tempatkan sesuatu maya dan mengurut masukkan dalam golongan nyata..aku sekarang adalah yang tengah berusaha tersadar bahwa ada hal dihidup ini yang tak bisa tersentuh , tak bisa aku untuk memeluknya atau bahkan untuk memilikinya..dan hal itu adalah kalian...dunia kita dan mereka yang mendasari kita untuk saling berteman..mendasari kita untuk saling mengenal tak peduli dimana kita tengah berpijak.

aku sekarang adalah seorang gadis 20 tahun yang sepuluh tahun lalu adalah seorang bocah kecil polos nan menyenangkan,
aku sekarang adalah seorang gadis 20 tahun yang penuh dengan kegilaan kegilaan tak terkendali yang bahkan terlalu takut untukku mengingatnya..seorang gadis yang tengah berusaha dengan segala tangis menahan hasrat-hasrat mengerikan ketika ekor-ekor mataku menangkap benda-benda nan tajam,aku mungkin perlu membagi ini dengan kalian , dengan seseorang yang bisa memberiku mungkin sedikit semangat untuk kembali bangkit ketika tiga tahun lalu mulai terpuruk dalam duniaku, kegilaanku..mencoba mengiris sendiri tangan-tangan tak ternoda dan membiarkan tetes demi tetes cairan merah segar perlahan mengalir, merasakan sendiri betapa sakit karena sayatan itu tidaklah seberapa dari yang selama ini beban tengah aku bawa..ah, jangan mengatakan aku gila, aku tidak sedang mencoba membunuh diri sendiri .. hanya saja yah..sebut saja itu kesenangan atau mungkin hobby kecilku ketika tak ada seseorang yang bisa kuajak berbagi,
kalian bisa saja menyebut aku tengah menulis fiksi sekarang, terserah kalian- rasakan ini dengan hati kalian.tapi percayalah sebuah semangat tak terlihat kalian benar-benar telahmembantuku untuk semakin bangkit dari hal-hal 'kurang wajar' itu.awalnya aku, hanya membiarkan dua orang mengetahui siapa aku, mengetahui betapa jiwa psycho telah menyumbat kewarasanku, betapa aku tengah menolak untuk terus dan terus menyayat beberapa garis tipis diatas nadiku,tapi kegilaan itu tetap saja hadir dan terjadi lagi ..

jika seseorang lain bisa melakukan hal-hal indah dengan suksesnya untuk mengapresiasikan seperti apa arti persahabatan mereka, maka aku..aku hanya bisa mengetik ini, mengetik dan mencoba mengatakan betapa kalian sangat berharga,sesuatu berharga yang tanpa kalian sadari telah meluangkannya bersamaku..sempat terlintas, aku ingin dan akan membukukan sebuah kisah betapa indahnya kisah kita,
dan tentu saja mereka para bintang kita, membukukan betapa runtutan kisah kita tak layak jika harus dipandang sebelah mata,kekompakan kita- persaudaraan kita- pendewasaan kita- terlebih sebuah pengartian dalam tanda petik untukku tentu saja, bukanlah sebuah hal percuma yang tak mempunyai arti apapun selain dalam agenda-agenda tetap tak terjadwal bernama fans!

aku ingin kalian melihat dunia kita dalam sudut pandangku, tapi nyatanya- itu hanyalah sebuah harapan yang entah mungkin akan terwujud atau tidak..aku tidak tau tentang apapun..dan aku bukanlah seorang gadis yang dengan kenyangnya menelan teori-teori persastraan dari bangku perkuliahan, sebuah syarat tak terkatakan untuk menciptakan sebuah buku tentu saja,
aku tidak pernah tau apakah dunia tanda petik kita , dunia yang ketika orang lain melihatnya hanyalah sebuah isapan jempol tak berguna ini mempunyai arti untuk hidup kalian, kalian tidak pernah membagi itu denganku.

sebuah pendewasaan instan yang kudapat dalam tiga hari masa diamku... aku mulai dengan ketikan ini, mencoba bersikap netral namun tetap dalam lingkup kita, berusaha terus berpikir positif apapun yang akan aku hadapi di masa nanti, dan juga sebuah awal dengan sebuah janji untuk penyembuhan diri..sebuah kejujuran untuk awal yang terbayang akan semakin ringan,

dan tiga tahunku menjadi seorang elf mungkin juga tengah menunggu untuk terbiaskan sekarang,mencoba membawa kisah kita tidak terlalu sia-sia, mencoba mengartikan apa saja hal yang kudapat ketika mengenal kalian..memasukkan kalian dalam ketikan-ketikan note tak tebaca dari sebuah paragraf ringan,
sebuah penjabaran ringan untuk kurun waktu yang tidak sedikit tentu saja,aku mengenal kalian, mempunyai saudara jauh yang sebelumnya aku tidak pernah tau akan mendapatkan ini..dan tidak tau entah akan sampai kapan jalinan ini akan berlanjut,tenggat waktu- kesibukan bernafas- sedikit selingan pekerjaan dengan perlahan namun pasti akan atau mungkin telah merenggut apa yang saat ini dan lalu aku sebut itu berharga, kembali lagi..jika aku mempunyai pilihan..aku ingin kita bahkan tidak akan berubah tidak akan pergi dan tidak akan mati,permohonan konyol memang..sekarang, apa yang harus pergi memang terus saja melangkah, apa yang harus berganti memang terus saja memperbaiki dan apa yang harus berubah memang tak sepenuhnya harus kita tahan..ini waktu, kita hidup sepenuhnya bernafaskan waktu..kalimat mungkin saja mengatakan betapa aku ingin kita tetap berjalan bersama, tapi kenyataan tak akan berjalan bergandengan dengan paragraf,
 intonasi-intonasi sumbang penyokong air bening yang meleleh tanpa permisi itu adalah waktu tiga tahunku..dan jika aku bisa- aku akan berlari kepada kalian mengatakan betapa terima kasih saja belum cukup untuk membayar waktu kalian yang tersilang dan masuk kedalam ledakan tak berujungku, sekalipun kita mungkin tidak bisa menjadi lebih dekat atau pun waktu kita mengenal baru seujung kuku, siapa yang peduli.? dunia kita sama..darah kita sama..nafas kita sama, yang aku tau..kalian telah masuk dalam duniaku dan memberiku sedikit semangat tak terkatakan yang mungkin akan semakin sulit kalian untuk mengerti ini.

ceruk-ceruk tak terlihat, kubangan-kubangan berujung tombak yang terus saja membutsir waktu membuatku semakin berpikir dan berpikir dan mencoba lagi untuk berpikir,apa sebenarnya yang kudapat selama tiga tahun ini?tiga tahun terus mengacuhkan dunia nyataku, mencoba menyentuh mimpiku yang hingga detik ini bahkan terasa semakin 
dan akan bertambah menjauh,untukku..mengenal kalian tidak akan bisa tergantikan bahkan dengan saldo saldo tak terhitung itu, atau bahkan dengan sebuah kesuksesan akan sebuah kehidupan nyata,

sebuah pembiasan perasaan tak terkatakan yang aku dapatkan..dan aku sangat bersyukur karena telah menyentuh dunia itu, menyentuh sebagian mimpiku - menyentuh kalian dengan tiga tahun waktuku..

aku tidak tau akankah bisa mempertahankan jiwa elfku hingga detik jauh dimana aku pernah berkata seberapa banyak itu,aku hanya akan mencoba mempertahankan ini sejauh yang aku mampu , sejauh kalian tidak melepas genggam tangan kita, sejauh nafas kita tetap berhembus sama..

aku merindukan kalian, untuk waktu yang tak terbalaskan..aku merindukan kalian dengan segala aroma rasa yang kucecap bebas melesak menjelajah ruang penatku..
 aku merindukan betapa tidak ada ruang substansiaal tak berotak diantara kita..dan ternyata aku tetap merindukan kalian bahkan ketika detik detik akhir note kecil tak berguna ini mendekati masa penutupan paragraf..

aku tidak terlalu cukup yakin untuk apa mendetailkan ini disini, menceritakan apa yang selama ini ingin kukubur sedalam yang aku bisa.jika ini terdengar seperti sebuah fiksi, maka aku memang berharap ketika kalian selesai menyelesaikan ketikan ini maka akan berakhir juga kisah ini..

aku mungkin tidak atau belum terlalu mengetahui arti perihal untuk kata pendewasaan yang sebenarnya,tapi aku akan berusaha setelah ini menjadi aku yang tidak akan terlalu hanyut dalam dunia kita, satu persatu waktu , spasi , ketukan kata atau bahkan kalian sendiri akan mencoba menghilang, mencoba menapak kembali di atas tanah tanah lembut kehidupan.aku benar-benar tidak menggharap kalian tetap berjalan diam disini.,
harus ada kata berjalan untuk bisa mendapatkan jalan yang lebih terang bukan?

ah, aku terlalu bingung menjelaskan akhir dari ini, aku tidak terlalu yakin juga kalian memahami lalu lintas singkat pemikiranku ini..detik ini, kuanggap kalian mengetahui satu kelemahanku dalam ekspetasi yang berbeda tentu saja, dan detik ini aku mencoba menelisik kembali didalam mana letak seorang Renai Izumi untuk kehidupan kalian dan tentu saja dalam ketukan-ketukan terdeteksi dunia kita,

kalian berarti, tidak peduli jika sebelum ini kita tidak terlalu dekat,kalian berarti, karena aku mengijinkan kalian mengetahui apa yang seharusnya aku tumpuk dan pendam dalam ujung ufuk sebelum terbit terang,kalian berarti, sekalipun nanti kita tetap tak bisa saling menyentuh lagi, ataupun ketika nafas kita berbeda warna,kalian berarti dan akan terus kujaga untuk tetap berarti,

i love you my all sister..
dan inilah tiga tahunku yang terbahasakan dalam sebaris kalimat, inilah tiga tahunku yang bahkan orang tuaku mempertanyakan untuk apa aku berdiri sebagai elf..ketika temanku mempertanyakan kenapa terus berkubang dalam dunia maya tanpa arah.
bahkan diri sendiripun membodoh-bodohkan keputusanku untuk tetap berdiri diantara kalian hingga detik ini..tidak ada jawaban berarti, karena memang sebuah pertanyaan pun tak kunjung tergolek keluar dari mulut-mulut yang tak pernah mengucap sekedar mengatakan kalimat 'welcome'

ini...jika terlalu sulit memahami ketikan ini, aku tidak bisa membantu untuk mengurainya dengan lebih jelas...sebuah renungan gila buah hasil tiga hari masa meditasiku...aku mengatakan hal gila, berharap jawaban gila untuk batas waktu yang gila..ku harap kalian tidak sedang gila ketika meresapi renungan singkat ini..

terima kasih karena telah mengenal kalian .

satu tahun , dua tahun , atau mungkin lima tahun aku harap note ini akan tetap tersemat rapi dalam memori kalian .


ini seharusnya aku membagi dengan mereka..membiarkan siapapun yang ku anggap berharga mengetahui sisi ini , tapi sepertinya sesuatu telah berpindah dari tempat seharusnya dulu...aku semakin sulit menyentuh mereka...

misteri itu sekarang memilih waktu sebagai rumahnya sekarang... i miss you so badly my precious all.